Chapter 529 dan 530


<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:0cm; margin-bottom:.0001pt; line-height:18.0pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; mso-margin-top-alt:auto; line-height:18.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:auto;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:0cm;
mso-para-margin-left:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
line-height:18.0pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Chapter 529 : Binatang Buas Neraka

Chapter di awali dengan pembicaraan antara Jimbei dan Ace. Ternyata di antara mereka juga ada Mr.0 yang ingin menumbangkan WhiteBeard. Ternyata tidak hanya Mr.0 yang ingin menjatuhkan Whitebeard tetapi juga semua tahanan yang ada di sana, karena sebagian besar dari mereka di tangkap setelah gagal mengalahkan WhiteBeard dan Gold D. Roger. Setelah itu, cerita beralih ke ruang monitor Impel Down yang sedang dalam keadaan siaga karena terjadi kekacauan di Level 2, mereka juga menyadari bahwa sekarang kelompok pengacau menjadi 3 orang(Luffy, Buggy dan Mr.3).

Sementara itu dia Lantai 2, Luffy dengan gomu-gomu pistol, Buggy dengan Bara-bara Hou dan Mr.3 dengan Candle Lock menyerang segerombolan monster yang mengejar mereka. Sambil terus berlari, mereka melancarkan jurus-jurus mereka. Di antara monster-monster itu ada kalajengking raksasa yang meledak dan menjadi banyak kalajengking kecil yang sangat berbisa. Mereka pun berbicara kira-kira artinya :

Buggy : “kudengar Boss dari lantai 2 adalah sejenis monster singa, pasti salah satu dari mereka!!”

Mr.3 : “Kukira tidak!!! Itu adalah singa pemakan manusia dengan wajah manusia “Manticore”!! jika mereka menangkapmu maka mereka akan memakanmu dan tulang-tulangmu!!”

Manticore itu juga memiliki kemampuan untuk meniru ucapan manusia. Kata-kata yang di ucapkannya antara lain : “The Keys..!!Give Us the Keys!!”, “Fundoshi!Fundoshi!” , “Strawberry Panties!”.(Fundoshi : Pakaian dalam tradisional jepang)dan “Beef Steak”. Untuk kata terakhir ini, Luffy tertarik. J

Setelah itu mereka terus berlari dan berlari, dan ternyata mr.3 telah salah sangka, dia mengira bahwa Luffy dan Buggy ingin kabur ke lantai 1. Setelah itu mereka bertemu jalan buntu yang ternyata adalah boss lantai 2, Sphinx(berwajah manusia, berbulu singa). Seperti biasa dengan wajah bodohnya Luffy bingung dengan makhluk baru ini. Sphinx ini juga mengatakan tipe-tipe mie antara lain : Ramen,Tanmen dan Yakisoba. Sphinx ini juga terus memukuli Luffy, Buggy dan Mr.3 yang terus menghindar. Setelah itu Buggy dan Mr.3 membentuk “JailBreak League” dengan misi “menggunakan StrawHat sebagai umpan”.

Tetapi rencana mereka di gagalkan oleh Luffy yang membuat Sphinx itu semakin marah menggunakan Gomu-Gomu No Bazooka. Luffy dan Buggy langsung kabur ke atas kepala Sphinx. Sedangkan Mr.3 menggunakan kekuatan buah iblisnya dan membuat replika dirinya dalam jumlah besar sehingga Sphinx kebingungan dan memukulinya satu persatu. Tetapi dengan bodohnya, Luffy mengatakan “Haaaa! Kelihatannya menyenangkan, seperti permainan memukul tikus tanah”. Luffy dan Sphinx pun bersenang-senang sedangkan Mr.3 dan Buggy mengambil kesempatan ini untuk kabur. Tetapi lagi-lagi sial menimpa mereka, belum sempat kabur, tanah mereka berpijak hancur karena pukulan dari Sphinx sehingga Luffy, Buggy, Mr.3 dan Sphinx jatuh ke lantai 3.

Chapter 530 : dari neraka ke neraka

Chapter ini di buka dengan adegan membuasnya tahanan di lantai 2 dengan menyerang para penjaga, mereka membuas sambil mengatakan “Capt. Buggy penyelamat kami”.

Sementara itu para penjaga Impel Down sudah menyadari bahwa tujuan Luffy adalah membebaskan tahanan dalam penjagaan maksimum, Portgas D. Ace.

Sementara itu, di markas pusat angkatan laut, Garp terus tertawa karena ulah cucunya. Sengoku pun memarahinya dan mengatakan bahwa hanya pernah terjadi sekali ada tahanan yang kabur dari Impel Down, dan itu terjadi 20 tahun yang lalu, peristiwa kaburnya Flying Pirate, Kinjishi. Dan sampai saat ini belum pernah ada lagi yang dapat kabur. Sedangkan Garp masih terus tertawa.

Sementara itu, di level 3,tempat yang sangat panas dan Sphinx telah pingsan kepanasan dan Mr.3 tubuhnya meleleh. Bahkan ada burung yang jatuh dari lentai 2 dan menjadi burung panggang. Di sekitar mereka banyak tahanan dengan tubuh yang kurus kering dan tidak memiliki semangat hidup, namun Mr.3 mengatakan bahwa orang-orang itu adalah Kriminal-kriminal hebat yang pernah mendapat harga buruan lebih dari 50 juta. Mr.3 menjelaskan tentang level 3, “Dipaksa untuk menahan suhu yang tinggi dari api neraka di level 4 dan diberikan sedikit makanan dan minuman yang berharga, sehingga tahanan-tahanan itu menjadi dalam keadaan sangat dekat dengan kematian. Ini adalah level 3, Neraka kelaparan!!!!! Kita harus cepat keluar dari sini kalau tidak ingin mati!”. Tetapi sambil memakan burung panggang yang tadi jatuh, Luffy mengajak untuk segera menuju lantai 4 yang disambut kemarahan Buggy dan Mr.3. tetapi ternyata di sana telah di pasang jebakan yaitu jaring yang terbuat dari besi dan batu laut sehingga tidak bisa di buka. Dan dalam sekejap, puluhan penjaga dan Blugori sudah mengepung mereka. Di antara mereka ada, Chief Guard/Saldeath(komandan dari pasukan Blugori). Dia menjelaskan bahwa di lantai bawah akan bertemu dengan 4 Iblis Penjaga. Tetapi keberuntungan berpihak pada Luffy DKK, karena Sphinx yang ikut terjebak ke dalam jaring bangun dan merusak jaringnya. Spontan saja para Blugori langsung menyerbu luffy. Tetapi dengan jurus Gatling Gun Luffy berhasil menjatuhkan puluhan Blugori. Sementara itu Buggy dan Mr.3 memanjat jaring dan ingin kabur dari Luffy. Mereka pun mengucapkan salam perpisahan :

Buggy&Mr.3 : “Gyahahaha…!!! Straw Hat, sampaikan salamku pada Ace ya?!! Mari kita minum bersama jika kau berhasil keluar hidup-hidup dari sini, berusahalah untuk terus menarik perhatian penjaganya, Bodoh!!!

Luffy : “Ya!!! Selamat tinggal!! Terima kasih telah membantuku sejauh ini!!!.

Buggy Mr.3 : “ Ughhhh~~!! Dia terlalu berpikir positif!!

Setelah itu mereka terus bergerak. Dan samar-samar terdengar suara nyanyian :

“Di awal ada perempuan dan ada juga laki-laki! Dan kemudian?? Banci adalah laki-laki dan perempuan!? Jadi kita katakan———————–Sempurna!!!!Sempurna!!!!!!Sempurna!!!!!!”

Ternyata lagu itu berasala dari kurungan yang berisi Mr.2. Mr.2 dan Mr.3 sama-sama kaget dengan pertemuan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: